[TULUS] Mosaics of Him

IMG_7172

“Cinta memang banyak bentuknya, mungkin tak semua bisa bersatu.”

— Sepatu, Tulus.

by aurora

Ahya. Dua silabel. Empat huruf.

Ahya. Berkulit pucat dengan gradasi merah jambu tipis-tipis di pipi. Tidak termasuk jajaran cowok jangkung. Namun aku masih perlu mendongkak untuk menantang parasnya.

Ahya. Satu eksistensi yang berdaya untuk membuat konfrontasi besar-besaran antara dua elemen di dalam diriku.

Ahya. Sekeping fragmen memoar yang tersimpan rapat dalam kotak kenangan. Didera bulan, dihadang tahun. Tak lebur bersama waktu.

Ahya adalah bagian kecil dari masa lampau; satu nama yang menyimpan cerita; sebuah kenangan yang imortal perihal romansa kala muda.

Ada delapan meja yang disatukan membentuk sebuah persegi panjang. Dikelilingi oleh sembilan kursi; empat di setiap sisinya, dan satu kursi kebesaran di ujung persegi. Dinamai kursi kebesaran, secara harfiah karena ukuran kursi jati tersebut memang lebih lebar dari kawan-kawan yang mengelilinginya. Seolah kursi tersebut adalah sentral dari orbit di galaksi kecil arena diskusi para petinggi organisasi ini.

Tentu saja kursi tersebut diperuntukkan untuk Bun. Ia adalah ketua kami. Satu silabel tersebut sebenarnya dipetik dari nama belakangnya. Dan buatku, nama itu mewakili ukuran tubuhnya. Hingga sekarang, jika nama Bun disampaikan secara tertulis, aku tak bisa menahan diri untuk membacanya seperti aku membaca kata ‘bun’ yang berarti roti. Tentu saja otakku langsung menemukan benang penghubung antara caraku membaca nama Bun dan ukuran tubuhnya. Barangkali dengan ukuran kursinya juga.

Aku selalu duduk di kursi yang sama. Kursi ketiga dari kursi Bun, di sisi kirinya. Kujadikan kursi tersebut singgasanaku karena letaknya tepat di bawah kipas angin dan punggungku langsung berpapasan dengan jendela yang sesekali dibuka. Pasti waktu itu aku belum mempertimbangkan konsekuensi kejatuhan kipas angin. Yang kupikirkan cuma udara segar dan porsi kesejukan yang berlebih.

Ahya tidak sepertiku. Ia selalu duduk di kursi yang berbeda setiap para pengurus inti menggelar rapat. Kadang ia duduk di seberangku. Kadang ia duduk di kursi paling penghujung. Kadang di kursi Bun dan berlagak seperti ketua kami itu, menuai gelakan tawa dari delapan orang lainnya. Sesekali ia menduduki kursi di sebelahku, membuat dua tungkaiku sulit bergerak selama satu setengah jam.

Aku selalu memanfaatkan momentum menundukkan kepala untuk melukis senyumku lebar-lebar, kemudian menegakkan kepala secepat kilat.

Kisah-kisah bertema romansa yang klise dan picisan bukanlah kesukaanku. Kecuali jika dikemas dengan gaya yang tidak monoton dan menarik—unik, maka bolehlah kupertimbangkan jadi bacaan di waktu senggang. Sejujurnya aku lebih menyukai romantisme sebagai plot sampingan suatu epik. Hingga kini, cinta sejatiku di dunia perfiksian masih jatuh di antara saga Harry Potter dan serial Percy Jackson. Aku memang menyenangi dunia imajiner yang memuat hal-hal magis, legenda kuno, makhluk mitologi, dan—tentu saja—petualangan serta pertarungan.

Berkontradiksi dengan kawan-kawanku yang cenderung menggemari topik percintaan sebagai tema utama bacaan mereka. Karya-karya yang sering mereka lahap pun sebagian besarnya berasal dari penulis kawakan dalam negeri. Dalihnya adalah kecintaan pada produk lokal. Padahal aslinya hanya malas mengeksplorasi dunia luar.

Aku lebih senang romansa yang lahir di tengah petualangan dan pertarungan. Seperti Percy dengan Annabeth. Harry dengan Ginny. Dan—meskipun cuma di kelopak khayalku—Draco dengan Hermione.

Napasku meluncur dan melebur di udara ketika kututup buku kelima Harry Potter di pangkuanku. Banyak kubaca jenis-jenis fiksi, tetapi selalu berakhir membaca Harry Potter dan Percy Jackson sebelum tidur. Mungkin penulis-penulisnya telah mengutukku karena aku keseringan menggosipi dan menistakan tokoh-tokoh mereka dalam fantasiku.

Mataku minus-nya supertinggi karena keseringan membaca sambil berbaring dan mengencani gadget sampai larut malam. Aku sedang tidak pakai kacamata hari ini. Kugulirkan pandanganku ke depan, menyaksikan Ahya dan sobat-sobatnya yang tengah bertukar game teranyar; tipikal cowok. Pandanganku memang kurang jelas, tapi Ahya selalu berhasil menjadi fokus utama.

Jarak kami satu meter, dipisah oleh dua meja. Ahya mendelik, mencoba membuat kontak antarpandangan denganku.

Namun aku lekas-lekas menoleh ke arah lain; menolak kontak untuk ratusan kali. Ia yang sadar telah ditolak, kembali berfokus pada layar laptop temannya.

Bisakah kita seperti Harry dengan Ginny? Atau malah tak pernah bisa bersama seperti Draco dan Hermione?

Ketika mendengar frasa seperti “Aku akan melakukan apa pun demi cinta”, maka yang kulakukan adalah memutar bola mata dan menggumamkan umpatan kelas bulu. Karena frasa tersebut berbau picisan, sudahkah kukatakan bahwa aku tak berselera pada hal-hal picisan?

Rupa-rupanya karma tidak terima dengan pendapatku. Selalu saja begitu.

Bun menyelenggarakan rapat di sekolah pada Jumat sore. Sore yang sama ketika aku girls day out dengan sahabatku. Sejujurnya aku malas menghadiri rapat saat aku sudah kelelahan dan mengantuk karena sehabis berkeliling di toko buku. Ditambah seporsi nila penyet yang kini sedang diproses pencernaan. Aku ingin langsung pulang saja.

Kesalahan besar yang kuperbuat: Mengecek groupchat organisasi di tengah perjalanan, di atas sepeda motor yang dikendarai sahabatku.

Bun mengabsen anggota yang telah berhadir di sekolah. Nama Ahya termasuk di dalamnya.

Sahabatku, memang orang yang paling peka. Tak perlu aku yang meminta, justru ia yang menawarkan untuk memutar balik dan mengantarku ke sekolah. Padahal jarak kami dengan rumahku sudah tinggal tiga menit berkendara saja. Di bawah teriknya sinar surya yang menyala-nyala pongah, sahabatku melajukan kendaraannya gila-gilaan supaya aku bisa mencapai tujuan tepat waktu.

Hari yang kepalang panas itu mendadak bukanlah apa-apa, sebab kulihat Ahya dan jaket kelabunya menyender di tiang biru depan sekolah. Kacamata yang ia kenakan melorot, dan pipinya lebih kemerahan dari biasanya.

Gelora penyesalan menyesaki kepalaku, karena aku tidak mengenakan atasan berwarna pink lembut dengan motif bunga-bunga, dan malah memakai kaus biru malam yang polos disertai celana jins kelabu kusut.

Seperti telah dijadikan peraturan default bahwa jika ada sehelai perasaan suka kategori romansa di antara dua insan, maka mereka mesti dirangkumkan dalam hubungan. Setidaknya itulah yang terjadi di lingkungan sekolahku; orang-orang ini gemar sekali memerintahkan kata pacaran, tak peduli jika perasaan suka cuma dipegang satu pihak saja.

Aku memang menyukai Ahya, secara sepihak, dan ia tahu betul aku menyimpan rasa untuknya.

Tetapi Ahya mengetahui hal itu bukan karena ia cowok yang peka dengan kadar sensitif selebar bahu gajah. Bukan pula karena aku mengakui secara eksplisit padanya. Ia tahu karena percakapan berantai yang terjadi di antara rekan-rekan kami, yang bermuasal dari mulut ember bocor satu oknum.

Hal itu tentu saja membuat kami menjadi agak canggung dan berjarak. Aku sempat menangis dan berpikir bahwa ia akan membenciku, melabeliku dengan kata menjijikkan, kemudian tidak mau lagi bertatap muka dan bernapas di tempat yang sama denganku. Tapi tangisku tidak bertahan sampai lima menit. Karena—untuk yang ketiga kalinya—aku tak suka hal picisan dan melodrama.

Kalau Ahya tahu, ya sudahlah. Toh aku cuma suka padanya, bukan terobsesi padanya dan mencanangkan penculikan.

Nah, jika Ahya tahu kalau aku suka padanya. Maka aku pun tahu kalau Ahya punya perasaan khusus pada senior kami, yang ironisnya adalah teman dekatku.

Kak Zuhrufa namanya. Tinggi kami sama, tapi kulitku lebih pucat—kulitku selalu jadi yang paling pucat di setiap lingkungan yang kusambangi. Ia ramah dan manis, kecerdasannya tak perlu diragukan karena disortir dalam kelas MIPA-1, dan ia adalah ketua dari Palang Merah Remaja di sekolah. Bukan main. Pantas saja Ahya suka padanya.

Kawan-kawanku banyak bersimpati; mengatakan bahwa semestinya Ahya membalas perasaanku saja daripada mengharapkan Kak Zuhrufa yang hatinya sudah dimiliki orang lain itu. Tetapi simpati mereka tak kugubris.

Karena nyatanya aku tak pernah benar-benar berharap Ahya membalas perasaanku dan mengonversikan pertemanan kami ke jenjang berikutnya. Aku tak menginginkannya. Aku bukanlah pemegang prinsip cinta tak harus memiliki; aku tahu bahwa ada cinta yang harus memiliki, ada pula yang harus dibebaskan saja.

Pernah sekali, Ahya memintaku jadi pacarnya. Yang kutahu bahwa hal itu tidaklah tulus atas kemauannya, melainkan karena dorongan teman-teman kami. Tentu saja kutolak tawaran itu dan menuai umpatan dari orang-orang di sekitar. Mereka bilang aku menyia-nyiakan kesempatan emas. Tapi aku tak peduli.

Untukku, presensi Ahya dalam rapat mingguan saja sudah sangat cukup untuk menjadi pelipur lara. Dan menyaksikan ia tertawa lebar, sampai terbahak-bahak, adalah suatu kesenangan pribadi yang lebih memuaskan ketimbang status belaka.

Kenapa?

Aku telah gagal dalam hubunganku terdahulu. Aku takut hal yang sama akan terjadi jika aku dan Ahya berada di dalam status khusus. Dan aku tak mau berada dalam kotak ingatan Ahya dengan label ‘mantan kekasih’. Tidak. Biarkan aku menjadi Gadis yang Menyukainya Semasa Sekolah, menjadi pengingat bahwa ia tidak buruk-buruk amat jadi cowok, menjadi kekonyolan masa muda yang membuatnya tergelitik di hari tua.

Biarkan ia mengenangku seperti itu.

Pada akhirnya, Ahya hanyalah satu butir pemanis dalam episode-episode kehidupanku.

London pada musim semi selalu menjadi favoritku selain pada musim gugur.

Daffodil menyombongkan mahkota mereka; masih mewarisi sifat yang dimiliki leluhur mereka Narcisscus. Marigold tak peduli, mereka membuka kelopak apa adanya dan berkawanan dengan para lebah. Mawar-mawar selalu jadi pusat perhatian. Lili beramah-tamah dengan kupu-kupu. Dan anyelir minta dijemput dari petak-petak kebun.

Orang-orang tampak lebih ramah, bahkan Mr Hudgens—landlord-ku yang berwajah sinis permanen, pagi ini berseri-seri sambil menyiram krisannya. Tupai, rakun, dan kelinci menghambur di taman, tak merasa diintimidasi oleh kehadiran beberapa dara yang singgah untuk makan.

Aku duduk di bangku taman yang dinaungi pohon ceri. Memangku laptop yang menyala. Seorang diri. Aku membuka kotak masuk surat elektronikku. Profesor Smith bilang beliau mengirimkan materi untuk dipelajari besok. Namun mataku terarah pada sebuah e-mail teratas—dua tingkat di atas e-mail Profesor Smith.

Kuarahkan kursor, membuka e-mail tersebut.

Oi, libur musim panas ini ke Indonesia, dong. Juli ini gue nikah. Harus datang. Sekalian reuni. Kalau lu di London terus nanti lupa bahasa sendiri.

Ahya.

finish.

notas:

  • 1.495 words of kebaperan yang nggak karuan… aju naiseu!!!
  • maafkan moodboard-nya.
  • lunas satu utang project di sini. HUFT.
  • makasih yang udah bertahan sampai akhir :*
Advertisements

45 thoughts on “[TULUS] Mosaics of Him

      1. Oke, to the point aja, ya, saudari q.
        Aku dibuat speechless setengah hidup sama ficmu ini. Ya Allah baper berat hamba ini😢
        Sumpah, is, diksi kamu tuh khas banget seorang aisyakv. Ringan, simpel, tapi gak dipaksain gitu lho /ngomong naon/
        Ditambah lagi cara kamu nyeritain si doi, eh salah, maksudnya ahya ding hwehehe😂 Why so deep duh q joha sekaliiiii❤❤
        Hm, marilah kita menikmati masa-masa SMA yang sebentar ini, chingu(?)
        Keep writing ya saudari banjarku🙆🙆💞💞

        Liked by 1 person

      2. echaaaaa sodari banjar q 💙💙 aku tuh baper baca komenanmu tauga :”)

        ahya kan pseudonym-nya (mantan) doi w :):):):) ayo nikmati 2 tahun yang tersisa sebelum kalimat “aku berangkat sekolah” jadi “aku ngampus”!

        keep writing juga, lembu melayang q. luv u.

        Like

  1. Aisyaaa ❤
    Kok baru baca prompt sama bagian awalnya aja aku udah bisa nebak endingnya ya huhu sorry to say syaaa tapi aku ga bisa ngefeel baca ini ga tau kenapa, ga kaya baca karyamu yang lain, apa yang salah denganku ;_;
    BUT ANYWAY YOU WORKED WELL ON THE DICTION. Diksinya cantikkk ❤
    Aih sok banget ya aku hahahaha padahal bikin yang sebagus ini belom tentu bisa. Semangat sya, keep writing! 😀 (sok akrab yeaa)(menggelinding)

    Like

    1. kak nadya, haiiii.

      ih gapapa kok kak nadya, ini emang rambling banget akunya 🔫🔫🔫🔫 aw thanks kak nad, aku ngetiknya habis baca buku andrea hirata sih makanya keciprat2 diksinya dia HAHAHA.

      pasti kak nadya bisa lebih bagus kok, kutunggu punya kakak ya! keep writing juga 💙

      (gapapa kali kak aku suka diakrabin 😂)

      Like

      1. SYA AKU MAU NGERALAT KOMENKU #excusemycaps
        Setelah aku baca ulang ternyata aku baper ha ha ha betapa shameless-nya😂
        Dah sya. Pokoknya ku baper. Tanggung jawab. Bhay.

        Like

      2. WKWKWKWK RUPANYA EFEK SAMPINGNYA AGAK TELAT YHA KAK 😂😂😂😂😂 ngga mau ah, kusenang ada yang ikut baper. /ngga

        Like

  2. AISSS TANGGUNG JAWAB AKU BAPER MALEM-MALEM. yha ini emang penuh dengan perasaan si aku, dengan narasi, dan kayaknya, nggak ada dialog. tapi ngalir deres banget duhduhduh mana kadar kebaperannya tinggi abis. btw si aku ini kok aku banget yha (???) kita sama-sama nggak gitu suka romance full (novel sih, kalau fanfiksi atau cerpen aku mah baca semua genre WKWKWK) dan kalo udah suka satu karakter di novel gitu suka diimajinasiin dan dinistain yawla:”) dari promptnya udah nebak sih, ending bakalan nggak bareng, tapi diksi kamu ughhhh aku suka banget. bitter-sweet gimana gitu bikos sampe tengah-tengah aku mikir si aku ini bakalan jadi sama ahya

    eniwei, keep writing yokshi! o//

    Like

    1. KAK GABY KYAAA KUSENANG DAPET NOTIF DARI KAKAK

      heuh kalo ngobrolin doi dan kebaperannya mah emang ngalirnya tuh lancarrrrr. btw sebenarnya si ‘aku’-nya itu literally aku loh WKWKWK, aku emang gasuka novel yang full romance (kecuali yang cara nulisnya ga picisan amat). ih seneng deh bittersweet-nya nyampai x))

      keep writing juga kak gab! 💙

      Like

  3. hm
    aku speechless.
    ini sudah ketiga kalinya aku hapus-nulis komen hahaha bodoh. aku bingung sumpah mau komen apa, krn aku gak suka cerita cinta yg akhirnya mellow walau tidak dimaksudkan demikian. ceritanya ais sendiri tah ini? jgn baper ya sayang *ciah* btw aku jadi keingetan ceritaku sendiri, ada 7 cowok yg aku sukain waktu SMA dua di antaranya nikah ahahaha
    tapi tulisanmu sendiri itu bagus dan andai, andai, aku suka baca cerita cinta sedih aku pasti ngefeel baca ini. jgn marah y ais, ehe
    keep writing!
    PS WB itu sakit tapi kehilangan kemampuan ngomen itu lebih sakiiiiit

    Like

    1. kak li aku ngakak kakak sampe tiga kali hapus-nulis 😂😂

      aku juga gasuka nulis yang mellow2 sih, tapi yha… kisahku emang angst, realistis aja 😓 yaampun 7 cowok… aku hampir dua tahun di SMA ini baru satu cowok. gak marah kok kak li, santai ajaaa sama aku!

      i know dat feel kak :”) keep writing juga kak li! ❤

      Like

  4. aissss, sini kaka vana peluk duluu. ih, gemash banget sih aku sama kamu hahaha
    ini diksinya yaampun, kapan aku bisa buat gini >,< cantik, ih. aku sukaaa. semasa sekolah apalagi SMA itu masa-masa paling indah pokoknya. engga tau ini modus curhat apa cuma fiksi doang /kalau aku sih percaya ini kisah nyata :D/ tapi, aku setuju sih pas bahas 'mantan kekasih'. apa ya, aku ornag yang megang teguh prinsip -kalau jodoh tak kemana- jadi daripada ngerusak hubungan yang dulunya baik sebagai teman jadi eks, bagusan engga mulai hubungan aja. hahaha

    Pada akhirnya, Ahya hanyalah satu butir pemanis dalam episode-episode kehidupanku.

    aseek, dalam banget ya mba ais nulisnya ❤

    keep writing, sweetie ❤

    ((aku jadi lupa kalau punya utang di sini heuheu))

    Like

    1. kak vanaaa hyaaaaa /hug/

      kak vana pasti bisa kok bikin yang lebih ++ dari ini. btw, iya ini based on true story ((kecuali bagian kuliah di london itu ehe itu sih future q HEHEHE)) iya kan kakvan, prinsipku sih “kalo jodoh ntar juga dijadiin, kalo ngga jodoh yaudah sih masih ada oppa” /ga

      bener kan, kalo ngga jodoh sama doi ya berarti cuma pemanis doang dianya :”))

      keep writing juga kak vana ❤ kutunggu punya kak vana ya 😀

      Like

  5. Aiis, aku nyasar ke sini. Halo! 😀
    Huhu, tulisannya cantiik. Cocok sama genre ceritanya, moodboardnya, tema blognya. Apik deh. Aku sampai baca pelan2 untuk menyesapi kata2nya. Huhu, ais tau aja kata-kata yang cocok buat disandingkan dengan kata-kata lainnya, jadi gak ngebosenin walau ceritanya total curhat semua XD
    Penutupnya bikin aku siok. Duh, apa kabar jantungku kalau mantan gebetan ngirim bgituan ya? #eh
    Good luck dan keep writing, Ais 😀

    Like

    1. hai kak dhila! 😃😃

      kuseneng deh kalo kak dhila nyaman baca tulisannya, apalagi ini kan 100% curhatan ((kecuali pas bagian kuliah di london, itu mah kesemogaan)) siok ya allah siok, aku nambah kosa kata baru nih 😂 kuat-kuatin aja lah kak kalo dikirimin undangan :”)

      keep writing & good luck juga buat kak dhila ❤ ❤

      Liked by 1 person

  6. WOE AIS Q CINTA Q

    GILA GILA GILA AQ TUNDUQ SAMA DIKSINYA MBA
    asli is aku suka banget diksi kamu di sini, beberapa kata yang mungkin ga awam sama yang ga melek eyd, kamu paduin sama kata-kata yang menurut aku bikin bisa dimengerti. ((gue ngomong apasi))
    TERUS alurnya warbyasa chingu-ya, daebak sagon aisyakv!! Palagi endingnya yha hmz. Suka banget sama kalimat-kalimat deskripsinya ais ❤
    Terus kayaknya kita punya kesamaan yha, ga suka melodrama. Aku gasuka melow melow, sukanya melon jha/?
    ((but why my life is so drama. pft.))
    YHA POKOKNYA SEMANGAT TERUS AISYAKV Q! TERUS SEMANGAT NELURIN KARYA-KARYANYA YAAA!! ❤

    Like

    1. BUNDOOOO 😻😻😻😻😻😻😻😻

      aduh lam alurnya apa banget mah menurutku sampis parah 😂🔫 endingnya disemogakan saja yha bundo, doain aku bisa kuliah di negeri orang. wkwk aku tuh gasuka melodrama, tapi kalo disuruh nulis melodrama… lihai. and why my life is so drama pft (2).

      SENENG DEH BUNDO MAMPIR KE SINI! SEMANGAT JUGA, KUTUNGGU KARYAMU BUNDO NILAM! 💙

      Like

    1. DIKSINYA GEWLA GEWLA GEWLA GEWLA GEWLAAA. ANJIR HAHA SAMPE GABISA KOMEN APA APA YAWLA TAPIR Q DABES KAMU NAK. ENDINGNYA HAH KURANG AJAR DOI MAH, MINTA DIKEBIRI 😦

      KEEP WRITING LEMBU Q SAYANG,
      AY😚

      P.S: Myane ga woles ((ketjup mwa))

      Like

      1. WHY EVERYONE KEEP TALKING ABOUT DIKSI, INI TUH NGASAL PARAH AKU MERASA ALAY 😓😓😓 ((tapi emang alay)) JANGAN DIKEBIRI LAH KASIAN NANTI ISTRINYA!!1!!!!!111! (loh) (kok malah rated sih) (astaghfirullah)

        KEEP WRITING JUGA, RAMYUN SIBOSBADAK Q 💙💙💙

        P.S: kamu ga woles aq apalagi.

        Liked by 1 person

    1. MBA SOOJUNG KW INI DIKSINYA APIK ANJIR SAMPE BINGUNG MAU KOMEN APA DI SINI. UDA PERFECT DARI ISI SAMPAI ALUR. kamu nyeritain ahya dan si aku-nya itu aduh bikin baper like “gue tuh emang suka sama lo ahya, tapi buat apa kita pacaran kalo lonya aja (mungkin) ga tulus sama gue? jadi mending kita temenan aja ok” dan aku suka sama kalimatmu di sini yang “Dan aku tak mau berada dalam kotak ingatan Ahya dengan label ‘mantan kekasih’. Tidak. Biarkan aku menjadi Gadis yang Menyukainya Semasa Sekolah, menjadi pengingat bahwa ia tidak buruk-buruk amat jadi cowok”
      apalagi endingnya! kamu juga nyertain bunga-bunga dan kawanannya di sana ugh sungguh aku joha sekali ♡ ini fiksi remaja tapi apa yang kamu bawain itu nggak picisan, like what you said before, “aku nggak suka hal yang picisan dan melodrama” mantap deh fiksi lo mba. keep writing ya soojung kw-ku! ❤
      kate x

      Like

      1. NOOOO PRINCESS KATHLEEN Q, ITS STILL FAR FROM PERFECTION :(((

        iyakan ngapain juga pacaran kalo dianya ga setulus project kita 😓😓😓 aseli lah tagline yang itu tuh ngasal banget, tapi kalo dipikir kan gaenak juga kalo di future nanti si tuan f nginget w as “oh aisya, mantan gue yang itu tuh blablabla” UGH.

        yosh say no to mellow, picisan, and menye-menye things! 🙅🙅🙅🙅🙅 keep writing juga, princess q!

        Like

  7. AISYAKV HAI KAKA SEKALIGUS IPAR Q HAE.
    Yoksi ini daebak seperti biasa yekan aurora q.
    Bener2 tertumpahkan disini yha is curhatan u disini, aq jadi tau seluk beluk kisah cinta u bersama fit anu…
    Aq baper tingkat max inimah:(
    Sampe tentang fit nembak itu juga u jabarin anjae daebak sekali:33
    Semoga fit entah kapan membaca tulisanmu ini yha is:v
    DAEBAK SAGON DIKSINYA PALAGHI LUVLUV
    Gutjab mba aisyakv, keep writing! Semoga bisa dapet yg lebih baik dari fit yhaaa❤

    Like

    1. HAE REFINALEONY PACAR ABANG Q! (yha)

      padahal kan kalian udah keseringan dengerin curhatanku soal ahya sifitragapeka ini ya di gc… terus malah w ceritain lagi di sini… bodo amat. JANGAN SAMPE DIBACA LAH AKU MALU?!?!? 😦

      tq refina q, keep writing too! aamin, semoga dapet yang bentukannya kaya mark lee atau jaemin lah 💖💖💖💖

      Like

  8. WAKS, CUMA MO BILANG KALI BIN KAGET LIAT ENDINGNYA ((HUAHAHAHA))

    Oi, Ais! Long time no see, bby ❤ duh kamu ngusung tema sma gini ujug-ujug kadar baperku nambah. Trus anjaynya lagi diksinya omygod ga kuad dedeq kalo diksi cantik gitu dipaduin sama plot ngegalau abis T.T betewe kok sama sih alesannya ga pengen pacaran soalnya kalo putus ada sandingan 'mantannya xxx' soalnya aku pernah nge-gitu-in(?) juga sama cowo lain ((BHAKS))

    Trus ya aku kaget liat namanya coba. Ahya, ahya, (N)ahya ((HEH?)) kok semacam dejavu yak ada sempilan namaku di situ ((dejavu jidatmu bin)) beideway, Aku punya kakel 2 tingkat namanya Ahda, yeokshii ya agak-agak mirip lah namanya ((beda kepribadian tapi wkwkwk))

    Sip, keep writing ya, Ais ❤

    Like

    1. YO ENDINGNYA MEMANG UNPREDICTABLE IN PREDICTABLE WAY (???) YA, BIN 😉

      bintaaaan /hug/ i miss your writings 😩😩😩 hehe ini akibat habis baca buku andrea hirata, jadinya aku keikut2 gaya beliau. emang suka gitu sih aku habis baca novel siapa, suka keikut2 🔫 yoksi gaenak lah diinget as ‘mantannya xx’ like wtf ppl nama gue bukan mantannya anu pls.

      jadi… ahya itu nama tengahnya (mantan) doiku ((aku frontal, semoga dia ga kesasar sampe sini)) semoga kak ahda ini bukan cowok tumpul yang gak peka perasaan cewek ya, aamin!

      keep writing too, bintan! ❤

      Like

  9. Hai, Ais 🙂
    Aku seneng kesasar di sini. Biar baper dan bikin baper juga aku sukaa karena bapernya dewasa *eh*. Pokoknya karakter aku di sini kusuka banget deh, karakter heroine favoritku soalnya. Punya prinsip dan bisa menahan diri :). Dan narasinya trus pilihan katanya epik punya, aku jadi sekalian belajar :).

    Ahh aku sedih sama endingnya tapi siapa tahu dapat yang lebih baik ya nggak ya nggak. Mudah-mudahan impian ke Londonnya kesampaian yaa. Keep writing!

    Like

    1. hai kak ami 😀

      ((bapernya dewasa 😂😂😂)) waah alhamdulillah kak ami suka karakternya, btw ini karakter si ‘aku’ tuh semacem versi kuatnya aku sendiri (lah gmn). iya dong cewek harus bisa nahan dirinya 🙋

      aamiiiiiin, semoga dapet yang mirip2 mark lee atau jaemin yaa. aamin juga ke londonnya. keep writing juga kak ami 💙

      Liked by 1 person

  10. halo, ais! aku nggak tau uda kenalan apa belom hehe, aku nina 98line

    dan… sebenernya udh baca ini dr kemaren sih tp baru sempet komen skrng maaf ya hehe. bcs aku ngga tau mau ngomong apa krn ini aku suka bangeeeet, diksinya gila pas banget deh buat bikin baper.

    dan ya, emang sih agak nggak enak ya nyebut orang pake titel ‘mantan pacar’ hahaha aku setuju yg itu… seenggaknya dia nggak buruk2 amat lah jd cowok apalagi kan kayak ahya ya wgwg. rasanya sayang aja nyebut org yg kita suka pake titel mantan (halah, apalagi sih ini capruk bat dah).

    pokoknya aku suka deh ini walaupun bikin bapernya abis-abisan woe ngga ketulungan apalagi aku kaget pas baca e-mail yg di akhir itu 😦

    ((p.s: maaf ya komennya capruk bat))

    keep writing ais 😀

    Like

    1. halo kak nina! aku ais dari garis 00, pleasure to know you 😊😊

      gaenaknya tuh kalo ada apa2 pasti dipanggil “woy mantan xx!” kan apa banget… namaku bukan mantan xx pls. ((seenggaknya gak buruk2 amat jadi cowok)) hahahaha, at least ada cewek yang naksir dia sampe nulis2 fict tentang dia ya WKWKWKWK.

      yha ahya kan dapat yang lebih baik… si aku juga nanti dapat yang lebih baik yha 👌👌👌

      apaan ini gak capruk kok kak nina, your comment make my day! aku senang kak nina baper ((LOH)) keep writing juga ya kak nina! 💙

      Liked by 1 person

  11. Tau ga sih aku keinget sama jamanku masih kayak kamu iss pas baca ini. Ini kan fiksi curhat yha dan aku juga dulu pas naksir sama first loveku ((dan literally first love!!) aku nulis banyak fiksi soal dia. Rasanya ide tuh ngaliiiiir banget. Jdi gapapa pake aja dia sebagai pemicu kamu nulis. That’s good. Ehe.

    Dan gausah khawatir soal gapeka apalah apalah. Tar kalo jodoh juga ga kemana. Eya siapa tau endingnya di kamu kalian ketemu di london terus temenan akrab wkwkw. Dan ga nyakitin lagi tau dia nikah soalnya kamu dah ada yang laeeen ehehehe. Soalnya aku sama ma first love yg dia ga pernah tahu perasaanku itu aja akhirnya bisa satu klub dan ketawa bareng tanpa intervensi perasaan HAHAHAH. This is life gitu loh lupakan kenangan majulah ke depan. Semangat dek aisss ketjup jauh darikuuh :*

    p.s. maaf komentarnya ngelantur abisan writing skillnya ga perlu dipertanyakan lagi wkwk ((alibi basi abaikan))

    Like

    1. yaampun kak niswa first love-nya pas di sma terus dibikinin fiksi aduh how cute :((( yup kalo nulisin tentang doi tuh rasanya ngalir lancar banget (soalnya baper). kudu makasih banyak nih buat mas doi yang bikin baper xD

      ((siapa tau endingnya di kamu kalian ketemu di london terus temenan akrab)) …………………london love story ntar yha kak /ngga. btw sejujurnya aku lebih pilih dia ngga tau perasaanku aja loh daripada dia peka. kan enak kalo bisa ketawa-tawa bareng di klub tanpa awkward. tapi, yha, sudahlah. namanya juga hidup. roda itu berputar kata 4wk4r1n 9′-‘)9

      semangat juga kak niswa. lope2 dari banjarmasin ❤ ❤ ❤

      p.s: aduh kak niswa jangan buat aku menggelesor jam 11 malam dong?!?!?!?!

      Like

  12. Halo Ais! Salam kenal, namaku Mala, 93line.
    Diksi kamu keren bangeeet. Duh.
    Pertama, aku masa baper lihat moodboard-nya. Apa-apaan coba kaaan. Dan well, lagu ini memang brengsek sekali karena juga bisa bikin hawa-hawa bapeeeer.
    Dan entah kenapa, kok aku suka nama Ahya. xD
    Ini keren dan nyesss…

    Like

    1. halo kak mala! aku ais dari garis ’00. salam kenal juga 😀
      alhamdulillah ini berkat kombinasi tengah malam, efek habis baca novel andrea hirata, dan doi (?) ((APAAN)) iya seberengsek itu lagu-lagunya tulus. kok rasanya selalu pas sih buat ngebaperin someone 😦
      ehe ehe ehe tbh ahya itu literally nama tengahnya doiku (WKWKWK) tapi nama lengkapnya emang bagus banget, aku suka????????
      thanks for dropping by, kak mala ❤ ❤

      Like

  13. Halo Ais, long time no see.

    Nzay baper baper baper. No comment mah ini ais, diksinya indah terus ditemani dengan plot yang bikin baper. Aku udah lama ga baca fiksi dari kamu dan hueee tulisanmu makin cantik.

    Ini tanpa dialog kok berhasil bikin nancep yak. Ahya, kamu kalau ga tulus gausah minta si aku jadi pacar. Ujung-ujungnya memberi harapan palsu tau. Heu udahlag ini ais aku gatau mau ngomong apa.

    Keep writing^^

    Like

    1. RENNNN ASTAGA LAMA BGT GA NGOBROL VIA KOMEN GINI YA i miss u :((( wah alhamdulillah kalo makin cantik ya. yoksi kalo kita nulisnya dengan tulus ((literally tulus)) pasti hasilnya ga ngecewain. yah meskipun mas ahya ini tukang php tapi gpp jadiin pemicu nulis aja :”)) keep writing too darla and thanks for dropping by here 💙💙💙

      Like

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s