Seberkas Pikiran

Tapi Kiara termakan omongannya sendiri.

Advertisements

 

 tumblr_n71vrgFgcZ1rvly1mo1_1280

Hanya saja dia terlalu malas untuk memasukkan pikiran-pikiran tentang cowok-cowok itu ke dalam kepalanya

by aurora | Kiara & Tirta | a ficlet, 500 words – fluff, school-life | rated T


Kiara tidak pernah punya waktu untuk jatuh cinta. Maksudnya, dia tidak punya waktu untuk memikirkan cowok-cowok di sekitarnya; kecuali kalau mereka melalaikan tugas kelompok dari Kiara. Dia tidak ada hasrat untuk tertarik pada cowok ganteng—cogan anak klub basket atau futsal yang ditunjuk teman-teman-temannya sambil berteriak histeris.

Kiara masih normal, kok. Hanya saja dia terlalu malas untuk memasukkan pikiran-pikiran tentang cowok-cowok itu ke dalam kepalanya. Selain cowok-cowok di novel yang dibacanya, atau penyanyi-penyanyi cowok kesukaannya, dan ayahnya, sih. Oh, juga Keanu, kakak laki-lakinya yang super menyebalkan.

Gadis berambut hitam sepundak itu lebih senang menyibukkan diri dengan urusan OSIS, PR yang sekarung, lembar-lembar novel, dan daftar lagu dalam playlist-nya yang rajin dia perbarui. No time for boys, itu prinsip Kiara selama dirinya menempuh usia belajar. Barulah dia akan mulai membukakan hatinya pada cowok kalau dia sudah dewasa, rencana Kiara.

Tapi Kiara termakan omongannya sendiri.

Biasanya dia anti sekali dengan istilah baper yang menurutnya sangat norak. Eh, saat tangannya dipegang oleh Tirta—si playboy kelas paus—dalam pelajaran olahraga kemarin, tubuh Kiara selalu terasa terbakar setiap kali si pemilik Honda CBR merah-hitam yang terparkir di parkiran VIP sekolah itu berada di dekatnya.

Yang mestinya dia memikirkan proposal acara OSIS yang belum juga kelar, ulangan harian Matematika pada Sabtu ini, dan rencana kerja kelompok praktek Kimia besok sore, malah memikirkan bagaimana kalau Tirta mengantarjemput Kiara ke sekolah, bagaimana kalau cowok itu tiba-tiba jadi dingin ke cewek lain dan baik ke Kiara saja, bagaimana kalau—

“Kia, catatan Ekonomi gue nggak lengkap, nih. Pinjam, dong!”

Itu tadi Tirta. Barulah Kiara tersadar kalau cowok yang sedang menjajah kepalanya itu tengah duduk di sebelah Kiara dengan kaki di atas meja. Suasana kelas saat jam kosong, ribut seperti biasanya. Kiara langsung terlepas dari pikiran-pikiran bodohnya dan menjitak pelan kepalanya.

Ah, dasar perkedel gajah, kata Kiara pada dirinya sendiri. Kiara sendiri tidak tahu apa itu perkedel gajah, tapi yang pasti kudapan itu tak akan jadi teman makan soto untuk Kiara.

“Aduh, makanya jangan cewek terus yang diurusin.”

Tirta justru tertawa mendengar umpatan dari Kiara barusan. Seolah tidak menyadari sedikit cemburu yang terselip di nada bicara gadis itu. “Ayolah,  jangan pelit begitu sama teman.”

Sebagian diri Kiara enggan meminjamkan catatan pada Tirta; ya, masa kerja kerasnya merangkum buku dan mendengarkan semua penjelasan Bu Eva di kelas malah di-copy seenak jidat sama Tirta? Emoh.

Tapi sebagian dirinya malah mendorong untuk menyerahkan binder dengan cover sewarna persik muda milik Kiara ke tangan Tirta. Kiara menyerah pada bagian dirinya yang ini. Diiringi dengusan dari Kiara, binder kesayangan itu beralih.

“Makasih, cantik.”

“Bawel, dasar perkedel kambing.”

Perkedel kambing kedengarannya lebih baik daripada perkedel gajah. Kiara mungkin akan mempertimbangkan makan soto di kantin dengan perkedel kambing siang ini. Yah, asal makannya sama Tirta, sih, Kiara oke-oke saja—lho?

Buru-buru dia menggertakkan giginya sendiri; sesuatu yang biasa dia lakukan saat dia ngelantur, atau tidak fokus.

Tidak, tidak perlu Kiara konsultasi ke guru BK, pembina OSIS, atau bahkan ibunya. Dia sendiri tahu dari pengalamannya menjelajah cinta di jalinan kalimat novel romansa, kalau dia terserang virus berbentuk hati.

.

/fin.

.


 

footnote;

1.) dipengaruhi sama Thinking Out Loud

2.) MY WRITING GET REALLY SUCKS

4 thoughts on “Seberkas Pikiran

  1. Selalu suka sama tulisannya aurora >< Anyway, aku juga suka pakai nama Kiara untuk nama tokohku. Namanya bagus sih hahaha. Ditunggu tulisan selanjutnya :33

    Like

  2. like like like… aq suka kakk… awl.n a enak… tp kak.. aq kira bkalan pnjang dan saran aq nih yea, , wkwkwk ntuh blum ada konfliknya yea hihihi maaf comment.a gni yea…

    Like

  3. ANJAY INI KENAPA MENGINGATKANKU PADA SI KINGKONG DEKIL? :V

    Sial lo is, gue ngakak pas bagian ‘playboy kelas paus’ dan langsung teringat sama istilah kita ‘jigong paus’ 😆😆😆😆
    Ya Allah, terua gue jadi teringat sama siapa itu namanya is? Yang suka pake jaket biru langit yha? Hahah anjir 😆
    W menikmati sekali jalan cerita yang lau buat is, sumpah langsung keinget the cecans dengan the cogans era

    Like

    1. “jANGAN SAMAIN AKU SAMA KINGKONG BULUQUE ITU DEH.” – Tirta, 16 tahun.
      anju ah tau ga ini w ngetiknya sambil mengingat segala umpatan kita di grup yang sama sekali ga boleh didenger anak kecil ngAHAHA
      …………….tolong jangan menggagalkan move on aisyakv ya kak……….
      huhu w juga kangen era2 cogans x cecans huhu pen buat yazzy-nya lagiii 😦
      anw makasih echakuu ❤

      Like

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s