Lotus (Chapter 3)

LOTUS

LOTUS : GET DRUNK

BY. IAMAYOUNGLADY

ROMANCE, PG-17

“YOU LIKE A GLASS OF ALCOHOL, SO INTOXICATING.”

-OH SEHUN

~.:::.~

Chapter 1 | Chapter 2

~.:::.~

Soojung mengamati deretan gigi yang berjejer rapi.

“Apa?” Tanya pria itu begitu ia merasa Soojung menatapnya terlalu intens -ia gugup.

“Peter, hentikan itu. Kau tak ada pelanggan?” Soojung kembali menenggak absinthnya. Bukan hanya Sehun yang memanggilnya ‘Nona Ceroboh’. Hampir semua orang yang mengenalnya tau akan tabiat Soojung yang selalu kurang berhati-hati.

“Kosong, sayang. Aku perlu melemaskan bokongku.”
“Oh, kukira Tuan Primadona sudah tidak lagi diminati,” Soojung terkekeh.
“Tentu saja tidak. Siapa yang dapat tahan akan pesonaku?”
“Kepercayaan diri yang bagus,” sahut Soojung. Masih dengan meminum absinthnya.
“Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan disini? Aku hapal betul jika malam ini bukan shiftmu.”

Soojung menegak seluruh isi gelasnya (yang sudah di refill oleh Ahnseok) sampai tandas dalam satu kali tegukan.

“Menghibur diri. Dan, ya.. Sebenarnya aku ada janji temu dengan seseorang.”
“Seseorang?” Tanya Peter. Soojung memang memiliki banyak teman. Pria atau wanita. Hanya saja, menemui seseorang secara khusus apalagi membuat janji temu seperti ini bukanlah gaya Soojung. Dan Peter tahu itu.
“Kau akan lihat nanti.”

Pukul sebelas tepat, batang hidung Sehun belum juga muncul. Vegaas sudah menunggu selama hampir dua jam. Dan sejauh ini, kesadarannya mulai diambil alih oleh alkohol. Empat gelas absinth dan lima gelas sam’l smith. Rekor yang menakjubkan bagi seorang gadis.

“Soojung. Hey. Bangunlah.” Ahnseok menggoyang goyangkan tubuh rekan kerjanya. Peter sedang bekerja.

Musik yang dimainkan oleh diskjokey semakin keras seiring larutnya malam. Namun belum cukup keras sampai bisa membangunkan seorang Jung Soojung.

Maker’s Mark.” Pesan seorang pria. Mau tak mau Ahnseok meninggalkan Soojung lagi.

Pria itu menggoncang goncang bahu Soojung yang tertidur. “Nona bodoh, bangunlah. Maaf karena terlambat. Pekerjaanku tak bisa menunggu. Hey. Soojung,” Sehun terus berusaha. Namun tak ada yang terjadi. Soojung tetap pada posisinya.

Ahnseok membawakan segelas pesanan Sehun.

“Kau mengenal Soojung?” Tanya Ahnseok pada Sehun. Keduanya mulai menyerah untuk membangunkan gadis itu.

“Begitulah. Ini, apa gadis ceroboh ini sudah membayar minumannya? Sepertinya dia minum cukup banyak.” Sehun menyodorkan sejumlah uang. Membayar miliknya dan milik Soojung.

“Akan kuantar dia pulang.”

“Hati-hati di jalan.” Ahnseok melambai.

Sehun membopong tubuh Soojung menuju mobilnya. Bodoh! Dia baru sadar, dia lupa menanyakan alamat gadis ini. Karena terakhir kali, ia hanya mengantar Soojung sampai halte. Dia merahasiakan alamat lengkapnya.

“Baiklah, semoga besok ia tidak mencakari tubuhku.” Gumam Sehun. Ia melajukan mobilnya menuju apartemennya.

~0.0.0~

Kelopak mata Soojung terbuka. Hal yang pertama ditangkap matanya adalah cat berwarna kelabu. Ia merasakan tubuhnya sedikit berat, tapi tidak seberat kepalanya. Dan ia sadar. Seseorang memeluknya.

Soojung menoleh dan mendapati wajah Sehun yang terlelap. Dengan napas teratur dan dengkuran halus. Sampai Soojung melihat, Sehun bertelanjang dada. Refleks gadis itu menendang Sehun agar menjauh darinya.

Sontak Sehun terbangun dan memegangi bokongnya yang mencium lantai marmer.

“Gadis gila. Sekarang apa yang kau lakukan hah?” Sehun terus menggosok gosok pantatnya yang terasa panas.

“Kau yang apa. Dimana aku? Bagaimana aku bisa ada disini? Bersamamu? Dan kau.. Pakailah bajumu!” Soojung menutup kedua matanya.

Sehun terkekeh lalu memakai kaus Polo warna putih miliknya. Menampakkan lekuk perutnya yang sudah eightpack! Dan itu terlihat sexy di mata Soojung. Gadis itu menggeleng pelan menyadari apa yang ada di pikirannya.

“Sudah puas mengagumiku? Baiklah, aku tidak ingin seseorang mengira aku adalah pria brengsek yang membawa seorang gadis ke kamar saat sedang mabuk. Ya itu benar, kau mabuk dan tertidur. Lalu saat aku ingin membawamu pulang, aku lupa menanyakan alatmu. Jadi, aku berbaik hati untuk menampungmu semalam dan inikah yang kudapatkan?” Sehun menunjuk bokongnya.

Soojung menutup mulutnya. Dia ingat! Gadis itu mabuk semalam karena menunggu Sehun.

“Apakah hutangmu padaku sebegitunya membebanimu hingga kau minum sebanyak itu? Dan lagi, memangnya kau sudah cukup umur?” Tanya Sehun.

Hutang. Soojung menggeleng lalu mengeluarkan segepok uang dari dalam tas kecilnya. Sehun menaruhnya di atas nakas, sehingga Soojung bisa dengan mudah menjangkaunya.

“Ini, kuanggap semua hutangku lunas. Dan ini lima ratus ribu won ekstra karena sudah memberiku tempat tidur selama semalam.”

Sehun hanya memandangi uang itu. Kemudian tertawa.

“Apa yang lucu?” Soojung mengangkat alisnya.
“Kau percaya aku meminta ganti rugi padamu? Astaga. Kau memang polos. Atau bodoh? Aku tak membutuhkan uangmu, nona payah.”
“Lalu kenapa kau minta ganti rugi? Kau tak tahu aku harus meminta gajiku lebih awal dan melakukan penarikan besar-besaran pada rekeningku. Dan kau…” Sehun membungkam mulut Soojung dengan ciuman. Hanya kecupan kecil. Namun sanggup membuat Soojung terdiam. Mukanya memerah. Itu adalah first kissnya!

Sehun melepaskan Soojung. Gadis itu masih berkedip kedip. Berusaha mengembalikan kesadarannya. Sehun terkekeh.

“Aku akan membuat sarapan. Kau mandilah dan keluar dari kamar. Lalu temani aku sarapan. Oh ya, semalam.. Dadamu benar benar pas di tanganku.” Sehun berjalan cepat dan menutup pintu.

Soojung baru menyadari kalimat terakhir saat Sehun sudah keluar kamar. Dada. Itu artinya.. Sontak Soojung melihat kedalam selimutnya. Pakaiannya masih utuh.

“Sehun sialaaann..” Teriak Soojung.

Di dapur, Sehun dapat mendengar teriakan Soojung. Pria itu terkekeh geli. Sebenarnya, Sehun hanya sedikit menyenggol payudara gadis itu. Tapi menurut perkiraannya, ukurannya memang pas di tangannya.

~0.0.0~

Soojung keluar dari kamar dengan sempoyongan. Kepalanya masih terasa berat. Ia meminjam kaus dan celana milik Sehun.

“Sudah mandi? Makanlah.” Sehun menaruh 2 piring omelete di atas meja.

Soojung duduk tanpa banyak bicara dan melahap sarapannya. Sehun hanya berdecak.

“Kapan terakhir kali kau makan hah?”
“Kemarin. Aku tak ingat kapan. Apa kau punya obat sakit kepala?”

Sehun menunjuk kotak PPPK di sudut ruangan menggunakan matanya.

Sehun menyodorkan sebuah ponsel. Milik Soojung. “Ponsel ini terus berdering sejak tadi pagi. Aku cukup sopan untuk tak membongkar isinya.”

Soojung merampas ponselnya. Tiga Missed call dari Insung dan Sunyoung. Juga dua Unread message dari Qian dan dua Unread message dari Insung.

From : Qian

Temani aku fitting baju. Raven bekerja dan mom sibuk dengan butik.

From : Qian
Aku akan menjemputmu pukul delapan. Bersiaplah, sayang.

From : Insung
Pagi ini aku datang ke apartemen adikku. Kosong. Kau dimana, darl? Kau juga mengabaikan panggilanku. Jika kau membaca sms ku, telpon balik!

From : Insung
Mom menyuruhmu untuk datang ke rumah siang ini. Makan siang keluarga. Dan juga, jangan sampai kau melupakan pesta ulang tahun pernikahan orang tua kita.

Soojung mengusap wajahnya kasar. Pukul setengah delapan. Ia harus berada di apartemen setengah jam lagi. Namun sebelumnya, ia harus menelpon Insung dan memberikan alasan masuk akal.

“Halo..”
“Kau masih hidup, darl? Kemana saja kau?” Tanya suara di seberang sana.
“Yah, aku sedikit menyesal karena masih hidup. Ada apa? Kenapa kau ke apartemenku? Bukankah kau sibuk oppa?”
“Oh sayang, tak perduli sesibuk apapun, aku akan tetap menengok adik tersayangku. Apa itu salah?”
“Jangan katakan kau terkena demam siscon.”

Soojung dapat mendengar suara kekehan.

“Mungkin saja. Jangan lupa siang ini. Mom dan dad mengundang seluruh keluarga. Bahkan orang tua Qian dan Sulli.”
“Sulli?”
“Choi Sulli. Calon kakak iparmu.”
“Kau atau Seungyu oppa?”
“Kau pikir aku sudi untuk dilangkahi sekali lagi?”
“Selamat kalau begitu. Baiklah. Bisakah aku minta tolong padamu oppa?”
“Katakan.”
“Hubungi Qian dan bilang, aku akan menemuinya di mall pukul sembilan. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan terlebih dahulu.”
“Baiklah. Lalu, dimana kau semalam? Menginap di rumah pacarmu? Aku menelpon Sunyoung dan dia bilang kau tak menghubunginya sama sekali tadi malam.”
“Aku tak punya pacar. Oh, shit! Diamlah Oppa. Aku tahu kau sedang mengejekku.”
“Hahaha. Pintar. Baiklah. Siang ini, pukul dua belas. Aku harus menjemput Sulli. Bye, darling.”

Sambungan terputus. Soojung menghela napas. Hari ini akan panjang.

“Sudah puas?” Soojung sama sekali tak sadar jika dia menelpon di depan Sehun.

“Maaf.”
“Keluargamu?”
“Begitulah. Kenapa kau tak mengira itu pacarku?”
“Karena kau sempat mengatakan ‘ Aku tak punya pacar. Oh, shit! Diamlah Oppa. Aku tahu kau sedang mengejekku.’ Jadi, nama kakakmu?” Sehun menirukan gaya bicara Vegaas tadi.
“Diamlah Sehun. Ya, Insung Oppa.”
“Kau belum pernah menceritakan keluargamu. Kurasa menarik.”
“Apakah itu perlu?”
“Tidak juga. Hanya ingin tahu.”
“Keluargaku adalah keluarga sederhana yang tinggal di pusat kota. Orang tua, tiga orang kakak laki-laki dan dua calon kakak ipar. Sudah.”
“Hanya itu?”
“Tentu. Apa lagi?”

Sehun mengingat Soojung sempat menyebut dua nama yang tak begitu asing di telinganya. Insung dan Seungyu. Pria itu berusaha mengingatnya, tapi tidak bisa. Dia yakin dia tahu dua nama itu.

Soojung mengambil piring bekas sarapan mereka dan menaruhnya di bak pencuci piring.

“Terima kasih untuk semuanya. Aku harus pergi.”
“Perlu kuantar?” Tanya Sehun. Soojung mengernyit. Sejak kapan pria ini mulai baik padanya?
“Tidak. Aku takut kau menganggap ini adalah balas budi dan kau meminta sesuatu yang ‘lain’ sebagai ‘bayarannya’.”
“Lucu sekali. Kita lihat saja, kau atau aku yang akan meminta.”
“Pastinya bukan aku. Kau keberatan aku meminjam kausmu?”
“Ambillah. Aku ingin menambah pahala karena memberi sedekah pada gadis kurang mampu.”
“Sialan. Baiklah. Terima kasih kalau begitu, Tuan sok. Aku pergi.”

Sehun mengambil kunci mobilnya. Ia pasti gila karena berniat membuntuti gadis itu sampai apartemennya. Yah, dia memang gila. Sejak semalam. Bukan, sejak malam itu..

Saat sebuah tendangan kaleng merubah hidupnya.

TBC.

Advertisements

2 thoughts on “Lotus (Chapter 3)

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s