[IRIDESCEMBER] #Track6 – LOSER

image

 

Track 6 of Iridescember : Let’s Talk About Love

L   O   S   E   R
by echaakim

854 word count about life, romance, sad, and angst for teenager

—Ketika hati terikat oleh pikir yang menentang,
waktu pun merenggut semuanya sampai akhirnya julukan itu melekat padaku; seorang pengecut.

 

 

Kelas 10.

Aku di sini, di kelas bahasa asing. Menatap perempuan di sebelahku. Dia yang kusebut sebagai ‘sahabat’. Aku menatapnya cukup lama, rambut cokelat sebahu yang halus, hidung bangir, kulit putih layaknya susu yang kuminum pagi tadi, dan berharap dia jadi milikku. Tapi dia tak memandangku seperti itu, aku tahu.

 

Usai kelas berakhir, dia berjalan ke arahku. Meminta catatan yang dia lewatkan tempo hari. Aku tak banyak bicara, selain membiarkan tanganku menyerahkan buku catatan padanya. Dia berkata, “terima kasih,” sambil berlalu dengan kurva indahnya. Aku ingin memberitahunya. Aku ingin dia tahu bahwa aku tak ingin sekadar menjadi sahabat baginya. Aku mencintainya, tapi aku malu. Dan aku tak tahu mengapa.

 

 

 

Kelas 11.

Telepon berdering. Dari seberang sana, kudengar suaranya. Dia menangis, bergumam, terisak-isak tentang bagaimana cinta yang ia dambakan malah menghancurkan hati. Dia memintaku datang, dia tidak ingin sendirian. Jadi aku datang, mengetuk pintu rumahnya malam itu.

 

Malam itu, aku duduk di sofa bersamanya. Memandang matanya yang sembab, berharap dia adalah milikku. Tapi dia tak memandangku seperti itu. Dan setelah dua jam terlewat, ketika film Harry Potter yang kami tonton telah habis bersama dengan tiga bungkus keripik kentang dan dua kaleng minuman bersoda. Dia memilih untuk pergi tidur. Dia menatapku dan berujar, “terima kasih,” lalu memberi ciuman di pipi; “kau adalah sahabat terbaik yang pernah ada, Jongin.”
Aku ingin memberitahunya. Aku ingin dia tahu bahwa aku tak ingin sekadar menjadi sahabat baginya. Aku mencintainya, tapi aku malu. Dan aku tak tahu mengapa.

 

 

 

Tahun para senior.

Sehari sebelum prom night, dia datang ke lokerku. Dia bilang kencannya tak berjalan baik, pasangan kencan untuk prom night-nya tidak menarik. Aku tak pernah berkencan sebelumnya, dan pada tahun kedua kami di sekolah menengah pertama, kami berjanji bahwa tidak satu pun di antara kami berdua yang akan pergi kencan. Kami akan melakukannya sebagai ‘sahabat’. Jadi, kami mewujudkannya.

 

Setelah prom night berakhir, aku berdiri di pintu depannya. Kutatap matanya, dia tersenyum dan juga menatapku dengan sepasang mata indahnya. Aku ingin dia menjadi milikku, tapi dia tidak berpikir seperti itu. Aku tahu. Kemudian, sebelum masuk, dia berujar, “terima kasih, Jong. Malam ini adalah malam terbaik, aku mendapatkan waktu terbaikku bersamamu,” dan memberi satu ciuman di pipi. Aku ingin memberitahunya. Aku ingin dia tahu bahwa aku tak ingin sekadar menjadi sahabat baginya. Aku mencintainya, tapi aku malu. Dan aku tak tahu mengapa.

 

 

 

Beberapa tahun berikutnya.

Berhari-hari berganti menjadi berbulan-bulan. Dan bulan menjadi tahun. Aku duduk di bangku gereja yang dingin permukaannya. Gadis yang telah menjadi sahabatku bertahun-tahun lamanya itu nampak begitu cantik hari ini; berbalutkan gaun putih panjang, rambut yang tertata rapi, dan senyuman itu selalu indah. Ya, Jung Soojung akan menikah sekarang. Aku melihatnya mengucapkan “aku bersedia” dan akan pergi dengan kehidupan barunya bersama Oh Sehun, pemuda berkulit pucat beruntung yang bersanding di sebelahnya. Aku ingin dia jadi milikku, tapi dia tak berpikir seperti itu. Aku tahu.

 

Sebelum ia pergi dengan kehidupan barunya, ia mendatangiku dan berteriak bahagia. “Oh see, Kim Jongin datang!” dan menghambur ke pelukanku, mengungkapkan betapa bahagianya dia hari ini. Aku tersenyum, menatap sepasang mata dengan iris cokelat itu. “Selamat, Soo,” kataku akhirnya, “berbahagialah,” sambungku dan dia merespon dengan anggukan antusias. “Terima kasih, Jongin sahabatku. Kau juga harus bahagia dan cepatlah menyusul.”
Aku ingin dia tahu bahwa aku tak ingin sekadar menjadi sahabat baginya. Aku mencintainya, tapi aku malu. Dan aku tak tahu mengapa.

 

 

Pemakaman.

Tahun-tahun berlalu begitu cepat. Aku menatap peti mati seorang wanita yang telah menjadi sahabatku sekian lama. Dia telah berpulang. Aku bahagia karena dia telah menghabiskan waktunya dengan orang yang tepat. Oh Sehun sangat baik hati dan ramah, jiwanya lembut dan penyayang. Aku senang karena dia telah membawa Soojung mengarungi kehidupan, menemaninya sampai akhir hayat. Aku ingin Soojung jadi milikku, tapi semuanya terlambat dan telah berakhir.

 

Ketika semua orang telah pulang, dan hanya menyisakan aku dan Sehun. Lelaki itu tersenyum padaku, meski sirat kesedihan terlihat jelas di matanya. “Aku ingin kau membacanya, Kim Jongin,” katanya, mengeluarkan sebuah buku harian kusam dari jas hitamnya. Saat buku harian itu telah sampai di tanganku, dia beranjak dan menepuk pundakku. “Aku tahu kalau kaulah yang paling merasa kehilangannya. Tapi setelah membaca buku hariannya, aku hanya ingin kau tahu kalau aku tak pernah merasa menyesal telah menikahinya meski dia mencintai dengan kepura-puraan.”

 

Lalu setelah Oh Sehun berlalu dengan mobilnya, dan meninggal tanda tanya besar di kepalaku mengenai kalimatnya sekian sekon lalu. Di tanganku kini ada buku harian Soojung semasa SMA, yang mana sangat mengejutkan bagiku karena ternyata dia menyimpannya sekian lama. Aku ingat kalau dahulu Soojung sangat senang menulisi buku hariannya. Dan buku ini telah menyimpan begitu banyak rahasia. Berulang kali keraguan terbesit di benakku.

Ketika kubuka lembaran pertama, ada selembar foto lama yang menguning termakan usia. Aku dan Soojung sedang tersenyum dengan seragam sekolah dasar membalut tubuh kami di foto itu. Aku tersenyum pahit, mengingat bagaimana sosok sahabat sekaligus cinta di hatiku itu kini telah pergi. Aku sedih, di saat lembaran kedua sengaja kubalik, air mataku tak lagi dapat kubendung.

 

Aku menatapnya, berharap Kim Jongin adalah milikku.
Tapi ia tak memandangku seperti itu. Aku tahu.
Aku ingin Kim Jongin tahu bahwa aku tak ingin sekadar menjadi teman baginya.
Aku mencintainya, tapi aku terlalu malu.
Dan aku tak tahu mengapa.

 

 

—fin

Advertisements

10 thoughts on “[IRIDESCEMBER] #Track6 – LOSER

  1. Friendzone kah?

    Well, aku suka, diksinya bagus apalagi kata katanya, “Aku mencintainya, tapi aku malu.Dan aku tak tahu mengapa”

    Dan aku baper chaa, oke biar kujelaskan ini kurang panjang, kurang porsi untuk orang kaya aku, penggila ff sad(?)

    And surprise me! Soojung ternyata suka juga sama Jongin, ah sudahlah ff ini mengajarkan: kalo ada apa2 itu mbok ya bilang aja, jgn ditunda2 sebelum terlambat (?) *apasih

    Over all i like it sist💙

    Liked by 2 people

  2. Kyaaa ff ini bikin aku tambah g percaya yg namanya sahabt antara cewek dan cowok karena menurut aku mau gimanapun itu tetep gak mungkinn,,tapi itu menurut aku sih…
    Oke ff nya bikin baper pagi pagi tgl 1 ini..
    Kenapa sih jongin pengecut bangetttttt aaaaa sumpah ya jongin bikin greget..harusnya dia bilang kalo dia tuh suka soojung kan jadinya gak kek gitu…tapi salut deh sama sehun dia baik banget hahaha…
    Dan itu mereka bikin perjanjian gak ada yg bakal kencan duluan itu… Temenku ada yg bikin perjanjian kayak giti juga dan hampir sama persis ceritanya bedanya mereka masih kelas 3 juga kayak aku…
    Pokoknya jongin bikin greget dan sukses bikin aku meratapi hp pagi pagi….
    Happy new year kak echaa…..

    Liked by 1 person

    1. Pertama, biarkan aku mengerjap ngerjap gaje dulu…

      Daraaaa (bener gak sih?) apa yang membawamu kemari naaaaakkk? *0*
      Yaampun, ini sumpah ga percaya banget kalo ff yang bedebah buruknya ini bakal dijumpai orang lain (ealah chaa padahal ini blognya publik) :3333

      Yaampun, aku makasih banyak deh karena udah nyempetin baca ff yang aku tau jeleknya parah banget. Makasih juga udah nyempetin waktu buat komen aaaaa sini aku peluk duluuuuuuuu 💞💞

      Dan terakhir…
      Yap, selamat pergantian tahun juga ^^)/

      Like

      1. Haha iya aku dara,,, gak kok ini bgs menurut aku,, soalnya feelnya dapet bgt,,,

        hahaha iya kemaren aku iseng iseng buka tweet kakak ternyata ada ff baru ya udah aku kesini aja..dan gak nyesel soalnya diauguhin ff yg bkn mewek ini…

        Liked by 1 person

  3. Aku terenyuh banget baca dari awal sampe ending. HUHU. Keren banget lah. Diksinya itu ringan tapi nancep banget rasanya. Bahkan sampe salah satu dari mereka ga ada, masih aja dipendem perasaan saling sukanya. Apa sampe akhir itu Jongin nggak nikah gegara masih ada hati sama Soojung?
    Nice story lah~ Oh ya, pat disini, garis 99. Salam kenal 😀

    Liked by 1 person

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s