[IRIDESCEMBER] #Track2 – From Spring to Winter With Love

FromSpringToWinterWithLove_kateejung

Track 2 of Iridescember : Let’s Talk About Love

From Spring to Winter With Love

by kateejung

900+ words count about angst & romance for teen

— “Antara hati dan pikir, terjadi genderang perang dalam batin. Ketika cinta dan harapan mengalir, terjadi sebuah kekosongan yang mendamba sosoknya, pun keraguan dia ‘kan kembali.

***

Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat bagi seseorang untuk menunggu. Ada kala di mana kata ‘jenuh’ masuk ke dalam pikiran, menggerogoti niat awal kita. Lalu perang antara hati, otak, malaikat serta iblis pun terjadi begitu saja. Membuat bingung siapapun yang menghuni tubuh di mana mereka berempat bertengkar.

Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk dapat melupakan eksistensi seseorang yang dulunya pernah mengisi lembar demi lembar buku kehidupanmu—meninggalkan luka yang membekas tak terkira di saat dia menghilang begitu saja tanpa jejak dan tanpa kabar.

Namun sepertinya ‘janji’ adalah kata yang pas untuk mengutarakan mengapa diriku ini masih saja bertahan tanpa adanya satu atau dua ucapan yang keluar dari bibirnya.

Pertemuan pertama kita terjadi saat bunga-bunga bermekaran di musim pertama yang datang menghampiri planet tempat di mana kita tinggal ini. Dengan hembusan angin hangat yang memeluk fisik, kita duduk di bawah naungan pohon sakura yang tumbuh dengan lebatnya. Kau dengan tumpukan kertas dan pensil serta aku dengan segelas kopi take-away yang uap-nya masih mengepul bebas di udara.

Cicitan burung di sekitar kita nampaknya menginterupsi kegiatanmu dengan pensil dan tumpukan kertas yang kau bawa itu. Kedua manik matamu bergerak menjauhi kertas dan kepalamu langsung berputar ke arah kanan—ke arahku. Dan sepertinya kau nampak sedikit terkejut dengan eksistensi diriku yang tadi dengan seenaknya duduk tepat di sebelahmu.

Ehm, maaf membuatmu terkejut, Tuan,” ujarku sambil bersiap untuk berdiri. Tapi tanganmu mencegah kedua belah kakiku untuk pergi.

“Tidak apa-apa, Nona.” Lalu kepalamu menoleh ke arah kursi-kursi yang berada tak jauh dari tempat di mana kita duduk. “Kau boleh menetap di sini Nona-

“Jessica,” ucapku secara tiba-tiba. “Namaku Jessica.”

“Ah ya. Kau boleh menetap di sini, Nona Jessica.” Kau mengulangi kata-kata yang tadi kau lontarkan sekali lagi.

“Tidak usah memakai kata ‘Nona’, Tuan.” protesku dengan desisan kecil.

Hahaha,” kau tertawa kecil, “oke, aku Kris.”

Kris. “Aku akan selalu mengingat namamu di sini,” jari telunjuk tangan kananku menunjuk tempat di mana otakku berada.

Kris kembali mengeluarkan tawanya. “Aku juga akan mengingat namamu, Jess.” Lalu Kris menyerahkan satu lembar kertas berisi sketsa seorang perempuan sedang duduk sendiri di tengah lebatnya hamparan salju.

“Anggap saja gadis yang berada di dalam sketsa itu adalah dirimu.”

Ucapan Kris menjadi salam perpisahan kami untuk sementara. Bahkan saat itu aku tidak sempat mengutarakan kata ‘terima kasih’ untuk sketsa yang ia berikan kepadaku—aku terlalu lama mengagumi gambar yang telah ia buat.

Hari-hari berikutnya—entah bagaimana caranya—kami hampir selalu bertemu di berbagai tempat. Entah itu di kafe milik Oh Sehun atau di tempat lainnya.

Apakah ini yang dinamakan takdir? Atau ini hanyalah sekedar kebetulan semata?

.

.

Kedekatan kami menjadi seperti amplop dengan perangko. Di mana ada lelaki jangkung berambut cokelat, di situ pasti juga akan ada seorang gadis berambut cokelat yang bergelombang. Karena itu banyak teman kami yang meminta kami untuk melanjutkan hubungan kami ke arah yang lebih serius. Kris hanya tertawa kecil menanggapi mereka. Dan aku, apa yang kulakukan? Hanya tersenyum tipis saat mendengar permintaan mereka.

Saat Kris mengucapkan kata ‘sampai jumpa kembali’ kepadaku, aku pun hanya dapat terdiam seperti sebuah patung. Di saat dirinya berbalik pergi untuk mengemasi apa saja yang perlu ia bawa, aku tidak berusaha mencegahnya untuk pergi. Yang kulakukan hanya diam—menanti apakah dirinya akan berbalik untuk mengucapkan beberapa kalimat atau kata yang mungkin dapat membuat perasaanku lebih tenang.

Apa yang aku nantikan datang juga. Kris berbalik ke arahku yang berdiri dalam diam. Dia menggerakkan bibirnya sembari mengucapkan kata ‘aku berjanji akan pulang’. Dan yang dapat aku lakukan hingga saat ini hanyalah berpegang teguh pada apa yang telah ia katakan. Aku yakin dia akan kembali. Akan pulang. Akan menemani kesendirianku di sini.

.

.

Namun bagaimana jika aku lelah menunggu dirinya yang tak kunjung kembali? Bagaimana jika orang tersebut telah lupa akan apa yang mereka janjikan kepadamu beberapa tahun silam?

Tiga tahun telah kulewati dengan tanpa adanya dirimu di sisiku. Aku telah setia menunggu eksistensimu dari musim pertama hingga musim terakhir. Di manakah dirimu berada sekarang?

Kau berjanji untuk kembali. Kembali mewarnai lembar berwarna hitam-putih yang kupunya—kembali tertawa bersamaku, kembali melihat bunga-bunga yang kita tanam bersama di kebun pada saat musim semi menghampiri kita, kembali menikmati cokelat panas pada waktu musim dingin menyapa—jujur saja Kris, aku merindukan semua hal yang kulakukan bersamamu.

Ragu. Kata ‘ragu’ sempat memasuki buah pikirku. Merasa tak harus menanti kedatanganmu yang tak kunjung kembali. Merasa jika apa yang kulakukan selama ini hanyalah sia-sia.

Di mana pun kau berada sekarang, Kris, ada beberapa hal yang ingin kusampaikan: mau Si Kuning Bersinar yang ada di langit biru muncul hingga Sang Dewi Malam menggantikannya, apa yang ada di hatiku tetaplah sama, perasaanku tak pernah berubah sejak pertama kali aku mendengar audio yang keluar dari bibirmu masuk ke dalam indera pendengaranku.

Aku selalu mencintaimu, walau aku tak tahu di mana ragamu berada sekarang. Dari musim pertama hingga musim terakhir, nama yang ada di pikiranku tetaplah sama. Nama itu adalah namamu, Kris.

Dari musim pertama hingga musim terakhir, terselip harapan, doa, dan juga perasaan dari hatiku yang terdalam ditujukan untuk dirimu seorang.

Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, kau tahu? Cepatlah kembali. Aku rindu aroma mint yang menguar dari tubuhmu. Aku rindu sketsa-sketsa yang tercipta dari tangan indahmu.

Sekali lagi kuucapkan: cepatlah kembali, Kris. Aku mohon.

f i n.

Maaf ya kalau Track kedua postnya agak terlambat. Penulis lagi ada sedikit masalah. Overall, semoga suka ya sama cerita yang sudah penulis buat di atas ♡. Bila ada yang ingin meninggalkan komentar atau hanya sekedar ‘like‘, silahkan tinggalkan di bawah sini ya 🙂 Dan maaf bila ada kesalahan penulisan, penulis sedang dikejar waktu.

Terima kasih telah meluangkan waktumu untuk membaca tulisan tak berarti ini!

Advertisements

6 thoughts on “[IRIDESCEMBER] #Track2 – From Spring to Winter With Love

  1. BAPER GUE BAPERRRRRRRR 😢
    TANGGUNG JAWAB LO KETLIN!!
    JIWA GUE YANG MUDAH BAPER INI DENGAN MUDAHNYA NAIK KE LEVEL TERATAS(?)
    IH KESEL AAAAHHHHH KRIS KOK TEGAAAAAAAAAAA😭
    KRIS JAHAT HUEEE MASA MBA JESS DIGANTUNGIN HUBUNGANNYA KAN PHP TAHEK KESEL GUE AH

    FIX LIN, INI KRISSICA KESUKAAN GUE💞
    DAN NTAH KENAPA GUE BANGGA AJA KARENA GUE THE FIRST KOMENTATOR DI BOX KOMENTAR INI(?)

    Oke, calm down echaa-,-

    Aku suka banget diksinya lin, bahasanya ringan dan gak ribet. Feel nya dapet banget pula, dan nilai plus nya bikoz ini adalah KrisSica💞💞

    Tapi lin, aku mau koreksi dikit nih, ada satu kalimat yang pengulangan katanya jadi ga pas. ((ex: Kedua manik matamu bergerak menjauhi kertas dan kepalamu langsung berputar kepalamu ke arah kanan—ke arahku.)) Kata ‘kepalamu’ cukup satu beb, diilangin aja kata ‘kepalamu’ yang kedua.
    Udah sih itu aja, ga ada typo kok💞
    Kita sama-sama belajar beb, belajar untuk menjadi senpaynim(?)

    Overall, aku johaaaa💞💞💞💞💞

    Like

    1. halo cha! heh kamu juga tanggung jawab, subuh-subuh bikin nangis gara-gara kaistal :” ngajak ribut lo cha :”v iya nih aku juga kesel kenapa aku harus ngebuat si kris jadi ini -_-

      makasih cha udah ngejadiin fiksi abal nan nggak jelas ini sebagai fiksi favorit (?) makasih juga udah bangga gara-gara jadi the first person who commented in here XD

      hmm, kalau masalah penulisan- aku rasa gaya nulis aku rada ngebosenin. tapi makasih lagi udah suka XD aku hargai rasa suka kamu sama fiksi ini :”) iya cha, aku bego banget sampe ngelewatin satu kata yang nyungsep di sana. duuh. makasih lho koreksiannya! udah aku benerin kok :3

      aku juga joha sama “loser”-mu T.T kau membuatku berderai air mata tadi malem. huft.

      makasih ya udah suka & komen! -kateejung

      Like

    1. halo lagi kak lianaaa XD hahaha, mba jess kasian ih, perasaan dari kemarin ditinggalin mulu sama kris ;-; makasih ya kak udah baca wkwkwk, keep writing juga kak liana ❤

      Like

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s