New Message

new message

 

NEW MESSAGE || by echaakim
Krystal x Kai

—Daripada kau pulang dengan wajah seperti itu, cek dulu pesan masuk di ponselmu

“Mau pulang bareng Jinri, ya, Hun?” Suara Baekhyun yang berada di pojok sana berbaur dengan riuhnya kelas yang baru saja usai tiga menit lalu.

 

“Iya, aku sudah janji dengannya tadi pagi, hehe,” Sehun menyahut, memasukkan buku-buku ke dalam ranselnya. Lalu yang berikutnya terdengar ialah salam sampai jumpa Sehun beserta gesekan sepatunya yang beradu dengan lantai, “see you, guys,” kemudian berlari meninggalkan kelas.

 

Aku mendengus, mengecek kembali ponselku, lalu berdecak ketika mendapati bahwa tak ada notifikasi apa-apa disana. Kelas sudah kosong, dan mungkin Baekhyun juga telah keluar dengan wajah kusutnya karena gagal menebeng Sehun sore ini.

 

Benda terakhir yang kumasukkan adalah tiga buah bolpoin sebelum menaikkan resleting tasku. Sekali lagi, aku mengecek kembali dan tak ada apa-apa. Sial, kemana sih dia?

 

Biarlah aku pulang terakhir. Biarlah aku melupakan tugas hukumanku membersihkan kelas selama seminggu ini yang hanya tersisa sampai dua hari ke depan. Biarlah aku mendengar celotehan Kyungsoo yang sebal terhadapku karena hal itu dan dia akan kena imbasnya sebagai ketua kelas. Biarlah—

 

“Hei, Jung Soojung,”

 

Sesegera mungkin aku menoleh ke belakang, mendapati Jongin dengan wajah super menyebalkannya masih berdiam di kursi.

 

Bad mood? Kau cemberut terus sejak pagi, kenapa sih?”

 

Aku berkedip beberapa kali. Lebih kupilih untuk tidak menjawabnya karena, serius, aku shock mendapati dia masih di kursinya—sementara kupikir kelas telas kosong sepenuhnya, dan yang kulakukan malah memperhatikan kakinya yang beralaskan sepatu converse di bawah meja. Oh, tentu saja memastikan kalau yang terduduk itu benar-benar Kim Jongin, bukan makhluk halus atau semacamnya.

 

Diperhatikan seperti itu membuat Jongin turut melihat kakinya.

“Apa?” katanya dengan tampang yang sok lugu.

 

“Apa? Eh, tidak kok.” Sahutku. Kim Jongin hanya mengangguk, kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya.

 

“Kau menunggu dia, ya?”

 

“Dia siapa? Tidak!”

 

“Lalu kenapa dari tadi cek hp terus?”

 

“Mana ada aku begitu!” Cih, kenapa sih Kim Jongin ini bertindak layaknya stalker?

 

“Bohong!”

 

“Aku tidak begitu, Jong,”

 

Okay, okay~” senandungnya dan itu terdengar lebih dari sekadar kata mejengkelkan ditelingaku.

 

Ketika kukira perdebatan tak penting kami telah selesai, aku berjalan meninggalkannya. Toh juga tak ada guna bicara dengannya, malah membuatku naik pitam karena ia super menyebalkan dan aneh. Namun saat aku hampir sampai di pintu, getaran singkat dari ponsel membuatku berhenti. Lalu, suaranya terdengar lagi.

 

“Daripada kau pulang dengan wajah seperti itu, cek dulu pesan masuk di ponselmu.”

 

Bagaimana dia bisa tahu ada pesan masuk di ponselku sih? Aku berdecak, rasanya ingin melemparnya keluar dari jendela di sampingnya. Kulirik dia yang tersenyum janggal, dan ketika kubuka pesan baru itu, rasanya aku ingin langsung mencekik Kim Jongin saat ini juga.

 

 

Hei, Soojung, kau tahu, aku tak tahan melihat wajahmu yang tertekuk jelek seperti itu. Karena aku sedang baik hati, jadi kukirimkan pesan ini agar setidaknya kau tidak sia-sia saat melihat notifikasimu kosong, hehe 😀

 

 

 

—tamat

don’t know what to say lah ._.

Advertisements

One thought on “New Message

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s