520

520

Just say it, Di; 520!

Obsesi prestasi, nilai sempurna, peringkat teratas. Ha. Lupakan saja itu semua!

Kau tahu, mungkin sebagian remaja (yang sedang kasmaran) akan senang atau malah sangat bahagia jika mereka bisa satu kelompok belajar dengan pacarnya. Maksudnya, oh yeah, tentu saja mereka akan  seperti itu. Tapi Diana jelas menolak usulan satu itu jika hasilnya seperti ini.

Ya, seperti ini.

Kemarin kelasnya kedapatan tugas dari guru bahasa untuk menulis esai berdasarkan sebuah novel asing. Pak Guru yang baik hati itu pun membagi kelompok dengan jumlah anggota sebanyak dua murid dan semuanya terjadi. Diana satu kelompok dengan Alan. Great.

Oke, jujur saja jika awalnya Diana senang sekali. Tetapi ia menarik kata-katanya setelah hari ini, lebih tepatnya saat ini.

Oh, jelas sekali Alan Smith bukanlah orang yang mau repot-repot membaca sebuah novel setebal empat ratus tiga puluh lima halaman dengan selipan bahasa asing, asing di sini adalah Cina. Yup, lengkaplah sudah berkah—derita—Diana hari ini. Alan benar-benar super dalam hal malas-membaca-buku.

“Alan, kita udah sepakat masing-masing baca setengahnya, kenapa jadi aku yang hampir baca tiga per empatnya?!” Diana jelas tak dapat menyembunyikan nada kesalnya.

Sementara itu, yang dilakukan pemuda bersurai hitam di sampingnya hanya merebahkan kepala di meja dan menjawab, “Hm.”

Diana mendengus kesal. “Oke, aku 3/4, kau 1/4. Sepakat?”

“Hm.”

Oh, astaga. Jadi upaya apa lagi yang harus dilakukan supaya orang ini mau membaca?!

“Alan! Sebenernya kamu ini mau baca kalau aku kasih kamu satu kalimat aja, kan?! Kenapa kamu nyebelin!”

Alan akhirnya mendongak. “Ah, bukan satu kalimat, Di. Tapi satu kata.”

Amarah Diana rasanya sudah mau sampai di ubun-ubun dan tinggal menunggu bom waktu meledak dan DUAR, Alan akan tewas saat itu juga.

“Satu kalimat, huh? Hey, kalau kamu—”

“Ah, tunggu! Aku nggak tahu ini satu kalimat atau satu kata. Tapi, coba kamu baca ini pake bahasa Cina.”

Pemuda itu menuliskan sesuatu di atas kertas dan menyodorkannya di depan wajah Diana. Tentunya, hal ini menghasilkan kerutan alis dari gadis itu.

“520?”

Alan tersenyum lebar, sangat lebar.

“Oh, Di! I love you too!”

fin.

Di Cina, pengucapan 520 sama artinya dengan ‘I Love You’. (source: WOWFAKTA)

Advertisements

2 thoughts on “520

  1. Halo Nilam bundaku sayang♥

    Eh sumpah ini Alan menyerikkan sekali sukanya nipu-nipu gitchu :”v Suka gemesh ya sama temen yg gabisa diajak kerjasama pas kerja kelompok :”D labih nyebelin kalo kita yg ngerjain semua. Iki apik siseuta♥

    Keepwriting and goodluck syg♡
    xo, Ay

    Liked by 1 person

  2. WO AI NI(?)

    Gellaakkkkk, kerennn beuutttt… yakinn.. putus aja lakwess…. tp si alan sweet :GG
    btw : selipan bahasa asing, asing di sini adalah Cina >> Cina itu negara sayang, how about ‘Mandarin'(?) eh apa bedanya yah :G masalah ngga sih kaya gitu? tauk lah ya:V

    yg penting aku syukaaa…
    wo ai ni :*

    Like

Comment?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s